Budidaya Tanaman Tebu – Tanaman tebu merupakan tanaman perkebunan semusin yang mempunyai sifat tersendiri sebab didalam batangnya terdapat zat gula. Tanaman yang biasa digunakan untuk bahan baku gula dan vetsin ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis saja. Jadi tak heran jika tanaman ini sering kita temui di Indonesia yang beriklim tropis.

Budidaya Tanaman Tebu

Budidaya tebu sebenarnya tidaklah sulit , bahkan ada ungkapan yang mengatakan batang tebu yang di lempar ke sembarang tempat di tanah saja bisa tumbuh dengan sendirinya. Namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentu membutuhkan proses budidaya yang tepat dan benar.

Nah untuk kalian yang penasaran bagaimana cara menanam tebu dengan baik dan benar , berikut adalah gambarannya :

Persiapaan Lahan Tanam

Jika kalian memilih bisnis tanaman tebu , hal pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan lahan untuk keperluan tempat budidaya tebu nantinya. Lahan yang baik untuk budidaya tebu adalah yang terletak pada ketinggian antara 500 sampai 1200 meter dari permukaan laut.

Tanaman ini memang sangat cocok di lahan yang tidak terlalu berair tetapi juga tidak terlalu gersang. Seperti dataran rendah yang dekat dengan permukaan laut misalnya , tebu yang dihasilkan dari tanah ini akan berasa manis (kurang manis).

Sedangkan tebu yang ditanam di daerah yang kekurangan air tebu tidak akan bisa mencapai ukuran maksimal dan sulit besar (berukuran kecil kecil dan kuntet). Hal ini dikarenakan akar tebu sangat sensiti terhadap kekurangan udara dalam tanah sehingga pengairan dan drainase harus sangat di perhatikan.

Jika kalian sudah menemukan tanah yang tepat , galilah menggunakan traktor atau cangkul jika jumlah budidaya nya tidak terlalu besar. Hal ini bertujuan untuk meningkat humus dan juga mengurangi tingkat kekerasan pada tanah, karena tebu tumbuh dengan menjalarkan akar serabut yang berfungsi mengambil air dan nutrisi tanah, sehingga jika tanah tempat budidaya terlalu keras maka akan menghambat proses penyebaran akar serabut dan juga penyerapan air.

Pemilihan Benih Tebu

Berikut adalah beberapa jenis bibit tebu yang sering ditanam :

  • Bibit Gagal : berasal dari kebun bibit yang terdiri atas bagal mata dua dan bagal mata tiga. Jenis bibit ini sangat cocok dan khusus untuk lahan kurang air.
  • Bibit Dederan : berasal dari hasil persemaian (jawa = deder) stek-stek batang batang yang dibuat dengan maksud tertentu.
  • Bibit Rayungan : berasal dari kebun bibit terbagi atas rayungan bermata satu dan rayungan bermata dua, digunakan untuk tanaman di lahan basah dengan pengairan cukup.
  • Bibit Ceblokan : berasal dari stek batang dengan beberapa mata yang ditanam tegak lurus pada papan tanam yang cara penyiapannya sama dengan bibit dederan namun dibuat lebih tebal.
  • Bibit Pucukan : berasal dari pucuk tebu giling pada saat tebang.

Penanaman Tebu

  • Seleksi bibit dan pisahkan bibit bibit dari jenis yang tidak bagus / kurang bagus.
  • Sortir bibit untuk memilih bibit yang sehat dan mampu tumbuh serta memisahkan bibit bagal yang berasal dari bagian atas, tengah dan bawah.
  • Lakukan pemotongan bibit menggunakan pisau tajam setiap 3 sampai 4 kali pemotongan . Ada baiknya pisau dicelupkan terlebih dulu kedalam lisol dengan kepekatan 20% untuk menghindari bakteri dan penyakit akibat karat pada pisau.
  • Kasih hot water treatment pada bibit dengan cara merendam bibit dalam air panas (50oC) selama kurang lebih 7 jam , lalu rendam dalam air dingin selama 15 menit.

Penanaman bibit dilakukan dengan menyusun bibit secara seksama, dengan posisi mata disamping. Hal ini bertujuan agar jika ada salah satu tunas mati maka tunas disebelahnya dapat menggantikan. Bibit yang telah ditanam selanjutnya ditutup. Namun ketika menananmya sedang dalam curah hujan tinggi, maka sebaiknya bibit ditanam dengan cara baya mengambang atau bibit sedikit terlihat dipermukaan tanah.

Penyulaman

Penyulaman dilakukan untuk mengganti bibit tebu yang tidak tumbuh agar nantinya hanya tanaman tebu yang baik dan optimal saja yang dipanen. Penyulaman dilaksanakan pada baris bagal 2-3 mata sebanyak dua potong dan diletakkan pada baris tanaman yang telah dilubangi sebelumnya.

 

Panen

Tanaman tebu sudah dapat dipanen ketika sudah berumur kurang lebih 1 tahun. Adapun proses pasca panen yang dilakukan yaitu memotong dedaunan dan memisahkannya dari tebu beberapa memotong-motong tebu menjadi batang yang lebih pendek.