Daftar Sumber Daya Alam Indonesia

Posted on

Daftar Sumber Daya Alam Indonesia Setiap negara membutuhkan judi sbobet online sumber daya untuk pembangunan mereka. Sumber daya yang mereka butuhkan adalah sumber daya manusia dan juga sumber daya alam yang juga dianggap sangat penting dalam industri. Tidak heran jika banyak negara ingin melestarikan sumber daya sebanyak mungkin karena begitu habis, tidak ada yang bisa dilakukan selain mengimpor dari negara lain.

Untungnya, Indonesia diberkahi dengan sumber daya alam dalam jumlah besar yang datang dalam berbagai bentuk. Tidak hanya pemerintah yang dapat melihat ini sebagai peluang besar untuk tumbuh, tetapi negara-negara lain juga dapat bergabung untuk memberikan investasi yang bagus kepada negara ini. Banyak negara bersahabat dengan Indonesia karena kekayaan sumber daya alam bukanlah sesuatu yang lumrah. Dengan daftar 15 sumber daya alam Indonesia ini, Anda bisa melihat sumber daya apa saja yang terlihat cukup menjanjikan.

Daftar Sumber Daya Alam Indonesia

Tambang Emas Terbaik di Dunia

Yang pertama dalam daftar sumber daya alam Indonesia adalah Emas. Seperti game online yang mungkin sudah Anda ketahui, Emas dianggap sebagai mineral langka yang selalu memiliki nilai tinggi. Emas bahkan menjadi salah satu barang yang cocok untuk investasi, selain saham, obligasi, dan instrumen lainnya. Untungnya, negara ini diberkati dengan banyak emas, tersembunyi di bawah tanahnya.

Tanah

Berikutnya setelah emas adalah tanah. Karena padi sangat penting di Indonesia, tidak heran jika banyak petani yang memanfaatkan tanah subur untuk menanam beberapa hal seperti padi itu sendiri, sayuran, dan juga buah-buahan. Tanah di negara ini sangat subur seperti Anda bahkan bisa menanam apa saja dan akan tumbuh begitu saja. Apakah ini keajaiban?

Tambang

The gold is like a treasure for everyone. Who doesn’t want to own a gram or two of gold? If the gold is too rare, there’s another item which also becomes a valuable resource, coal. The coal business is still growing in this country, remembering there’s a large amount of coal still hidden. But, we should remember that this one is considered as a “limited” resource.

Natural Gas

Sumber daya selanjutnya yang pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang di seluruh dunia adalah gas alam. Gas adalah sesuatu yang pada dasarnya hampir sama berharganya dengan emas. Anda dapat melihat sekeliling Anda. Kendaraan Anda membutuhkan bahan bakar. Kami sedang memasak dengan kompor yang ditopang oleh gas. Pada dasarnya hampir setiap hal penting yang kita gunakan berhubungan dengan gas.

Indonesia: Sumber Daya Pertambangan, Mineral dan Bahan Bakar

Posted on

Indonesia: Sumber Daya Pertambangan, Mineral dan Bahan Bakar www.sbobet88.digital/ Indonesia dengan jumlah penduduk 248.216.193 jiwa per Juli 2012, terletak di Asia Tenggara antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas wilayah Indonesia adalah 1.904.569 km2 dan beriklim tropis. Ini adalah negara kepulauan terbesar dan demokrasi terpadat ketiga di seluruh dunia.

Setelah beberapa tahun penjajahan, negara itu memperoleh kemerdekaan pada tahun 1949 sebagai hasil dari negosiasi politik jangka panjang. Namun, negara ini masih berjuang dengan pengangguran, kemiskinan, korupsi, lingkungan peraturan yang kompleks, infrastruktur yang tidak memadai, dan distribusi sumber daya yang tidak merata.

Sumber daya alam utama negara ini meliputi perak, batu bara, tanah subur, gas alam, minyak bumi, emas, bauksit, timah, tembaga, kayu, dan nikel. Indonesia adalah pengekspor timah dan batubara termal terkemuka di dunia. Industri pertambangan di negara ini menyumbang 11,9% dari PDB-nya. Pada 2010, investasi asing di sektor pertambangan melebihi $2,2 miliar. PDB Indonesia adalah $1,139 triliun pada 2011.

Ikhtisar Sumber Daya

Indonesia: Sumber Daya Pertambangan, Mineral dan Bahan Bakar

Indonesia memiliki sumber daya mineral yang melimpah, antara lain timah, emas, gas alam, batu bara, nikel, dan tembaga. Perak, bauksit, dan minyak bumi juga tersedia dalam jumlah yang lebih kecil.

Secara global, negara ini adalah:

  • Produsen terkemuka tembaga, nikel, dan emas.
  • Pengekspor gas alam cair (LNG) terkemuka.

  • Produsen timah terbesar kedua.

Mineral Industri

Mineral utama industri di Indonesia adalah semen, dan banyak perusahaan semen di tanah air telah merencanakan ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi semen pada tahun 2015. Salah satu perusahaan tersebut adalah PT Semen Gresik, yang telah merencanakan untuk membangun dua pabrik semen baru dan pembangkit listrik. . Semen yang dihasilkan dari perusahaan ini diperkirakan akan meningkat dari 19 Mt/tahun pada tahun 2010 menjadi 25 Mt/tahun pada tahun 2012 dan menjadi 29 Mt/tahun pada tahun 2015.

Logam

Tambang Grasberg di Indonesia adalah tambang tembaga terbesar ketiga di dunia dan tambang emas terbesar dalam hal produksi dan ukuran. Pada tahun 2009, 1.444.000 ons emas diproduksi dari tambang ini.

Bahan Bakar Fosil

Pada tahun 2010, Indonesia memproduksi sekitar 257 Mt batu bara dan menduduki peringkat dunia sebagai pengekspor batu bara terbesar kedua. Daerah penghasil batubara utama di negara ini adalah Pulau Kalimantan, dan Provinsi Kalimantan Tengah memiliki sekitar 1.400 Mt cadangan batubara metalurgi berkualitas tinggi.

Investasi

Pemerintah Indonesia baru-baru ini memperkenalkan aturan baru yang mengharuskan perusahaan asing untuk menjual sahamnya di tambang untuk meningkatkan kepemilikan domestik atas tambang menjadi sekitar 51% pada tahun ke-10 produksi yang dilakukan di tambang.

Komoditas Perkebunan Harus Membawa Kemakmuran Bagi Petani

Posted on

Komoditas Perkebunan Sidang https://www.sbobetcb.com/ lanjutan pengujian Undang-Undang No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan (UU Perkebunan)  dengan nomor perkara 138/PUU-XIII/2015 digelar Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (31/5). Agenda sidang adalah mendengarkan keterangan ahli yang dihadirkan Pemohon dan Pemerintah.

Pakar Pertanian Harbrinderjit Singh (HS) Dillon menyampaikan perkebunan merupakan produk kolonial. Pengusaha perkebunan diberi berbagai fasilitas oleh pemerintah kolonial sebagai kelanjutan eksploitasi tanah dan buruh melalui sistem sewa dan tanam paksa yang berlandaskan hukum agraria kolonial.

“Salah satu warisan kolonial adalah cara pandang yang keliru tentang tanah negara yang dipergunakan oleh perusahaan perkebunan. Sejarah penguasaan tanah adalah tanah milik rakyat yang kemudian dirampas dengan kekerasan kekuatan feodal dan kolonial, lalu rakyat dijadikan buruh tani atau tergusur dari pertanian. Tanah yang dipergunakan untuk perkebunan atau tanah rakyat oleh raja diberikan konsesi kepada perusahaan-perusahaan swasta, lalu berdasarkan konsesi tersebut perusahaan perkebunan mendapatkan kredit dari bank kolonial De Javasche Bank,” papar Dillon sebagai ahli yang dihadirkan Pemohon

Padahal, lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Pertanian tersebut, cita-cita Indonesia merdeka adalah menciptakan keadilan sosial melalui penjebolan segala nilai-nilai dan lembaga ekstraktif sebagai landasan menuntaskan rakyat dari kemiskinan. Kemudian membangun kelembagaan representatif dengan menyenggarakan reforma agraria, yaitu pembaruan struktur penguasaan, pemilikan, dan penggunaan sumber-sumber agraria termasuk di dalamnya perombakan sistem perkebunan.

“Berdasarkan pengalaman saya berupaya merombak sistem usaha perkebunan, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi. Pertama, komoditas perkebunan harus membawa kemakmuran bagi petani. Kedua, sistem usaha perkebunan tidak boleh merupakan total institution, yaitu total manajemen di bawah pengusaha tanpa intervensi negara dan partisipasi petani. Ketiga, tidak ada sistem budidaya petani yang tidak dikuasai petani, hanya pengolahan pascapanen memerlukan teknologi dan milik yang modal yang dimiliki bersama perusahaan,” tandas Dillon.

Bukan Kewenangan MK

Komoditas Perkebunan Harus Membawa Kemakmuran Bagi Petani

Sementara itu Pakar Hukum Pidana Akhiar Salmi mengatakan bahwa inti permasalahan permohonan Pemohon adalah masalah penyelesaian konflik agraria, pola kerja sama dan perusahaan tidak kunjung melakukan kewajiban membangun plasma. Hal ini, kata Akhiar, antara lain dapat dilihat dari dalil-dalil yang disampaikan Pemohon.

“Tempat penyelesaian sengketa mengenai konflik agraria, pola kerja sama, dan perusahaan tidak kunjung melakukan kewajiban membangun plasma adalah peradilan umum, baik melalui gugatan perdata, mungkin ingkar janji atau ganti rugi, maupun dalam pidana orang yang menduduki, mengambil tanah milik orang lain. Bisa juga menurut hemat saya, melalui peradilan tata usaha negara jika ada izin-izin yang diberikan oleh pemerintah yang tidak pada tempatnya,” ungkap Akhiar selaku ahli yang dihadirkan Pemerintah.

Kedua peradilan tersebut, imbuhnya, berada di bawah Mahkamah Agung. Oleh karena itu, persoalan yang dialami Pemohon seharusnya bukan diselesaikan melalui MK.

Sedangkan ahli Pemerintah berikutnya, Agus Pakpahan sebagai pakar kehutanan menerangkan usaha perkebunan di Indonesia telah menjalani masa yang sangat panjang. Sebelum VOC sampai di nusantara tahun 1602, hampir 100 tahun sebelumnya bangsa Portugis sampai di Malaka dalam upaya memperoleh keuntungan dari rempah-rempah yang nilainya sangat berharga. Jauh sebelum bangsa Portugis hadir, bangsa Arab, Parsi, India, Tionghoa sudah menikmati keuntungan dari perkebunan di nusantara. Karena nilai ekonominya yang tinggi pada masa itu, perkebunan pada masa lalu menjadi media penerapan sistem penjajahan.

“Kita ingat tanam paksa dan lain-lain pada masa lalu, maka melembagalah sistem ekonomi dualistik dan kesenjangan dalam penguasaan lahan produktif. Pasal 33 Undang-Undang Dasar Tahun 1945 khususnya ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) merupakan roh bangsa Indonesia untuk  mengatasi dampak dari penjajahan terhadap struktur ekonomi nasional. Aspek kemitraan yang dinyatakan dalam Undang-Undang Perkebunan, merupakan manisvestasi dari Pasal 33 Undang-Undang Dasar Tahun 1945 tersebut,” jelas Agus.

Agus melanjutkan, kemitraan dalam perkebunan harus diatur melalui peratuan perundangan setingkat undang-undang. Karena kemitraan yang ditafsirkan sebagai redistrisbusi aset yang menguasai hajat hidup orang banyak tidak akan berjalan, apabila sekadar dijalankan melalui mekanisme pasar. “Artinya harus ada peraturan perundangan yang bersifat memaksa agar  winwin solution dapat diwujudkan,” kata Agus.

Sebagaimana diketahui, Pemohon adalah sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang peduli nasib petani kecil, di antaranya Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Perkumpulan Sawit Watch (PSW), Aliansi Petani Indonesia (API) dan Serikat Petani Indonesia (SPI). Pemohon menguji Pasal 12 ayat (2), Pasal 13, Pasal 27 ayat (3), Pasal 29, Pasal 30 ayat (1), Pasal 42, Pasal 55, Pasal 57 ayat (2), Pasal 58 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 107, dan Pasal 114 ayat (3) Undang-Undang Perkebunan.

Menurut Pemohon, pelaksanaan musyawarah dengan masyarakat adat tidak seharusnya diatur dalam peraturan perundang-undangan, dalam hal ini Undang-Undang No. 39 Tahun 2014. Karena hukum masyarakat adat telah mengatur dalam hukum mereka sendiri. Pengujian Undang-Undang Perkebunan sebelumnya sudah diajukan ke MK terkait pasal mengenai kriminalisasi. Waktu itu MK memutuskan permohonan inkonstitusional. Namun menurut Ridwan kuasa hukum Pemohon, sebelum pemberlakuan pasal tersebut harus ada pemetaan dan penjelasan konflik yang menyeluruh di lahan-lahan perkebunan dan juga mengenai masalah hukum adat.

Keuntungan Besar Ekspor Batang Pohon Pisang Di Indonesia

Posted on

Keuntungan Besar Ekspor Batang Pohon Pisang Di Indonesia – Gedebog pisang memiliki banyak manfaat sehingga dapat menjadi potensi ekspor yang sangat menguntungkan. Harga gedebog (batang) pohon pisang di Amerika Serikat mencapai enam dollar atau sekitar Rp85.000. Di Amerika, Gedebog atau batang pisang itu dipotong-potong hingga ukurannya menjadi kecil-kecil, kemudian dikemas dalam wrapped plastik dan dijajahkan di supermarket. Pisang gedebog atau batang pisang dibandrol dengan harga tinggi di pasar internasional seperti Amerika. Gedebog pisang juga bermanfaat sebagai ramuan obat untuk mengobati atau mencegah beberapa penyakit berbahaya seperti penyakit batu ginjal, mengontrol tekanan darah, mengobati asam lambung hingga menurunkan berat badan.

Tingginya harga gedebog di sana membuat peluang ekspor ke negara AS menjanjikan. Komoditas batang pohon pisang ini ternyata bernilai tinggi untuk diekspor ke negara Paman Sam. Masyarakat di Indonesia tentu tidak asing dengan pohon ini yang mudah ditemukan di hampir judi slot online sekitar rumah-rumah warga. Lalu akhirnya “Debog” diekspor ke Amerika Serikat.Tentunya ada manfaat atau khasiatnya yang sudah mereka teliti terlebih sebagai negara maju, semua komoditas yang masuk pastinya sudah melewati proses penelitian.

Manfaat Batang Pohon Pisang

Kaya serat dan mencegah batu ginjal Pati dalam gedebog pisang menyerupai pati tepung sagu dan tepung tapioka. Kandungan gizi yang cukup tinggi memungkinkan gedebog pisang untuk dijadikan sebagai alternatif bahan pangan dan diolah menjadi tepung yang kaya karbohidrat.

Menjadi Olahan

Keberadaan batang pisang di supermarket Amerika ini sempat menghebohkan masyarakat Indonesia. Banyak yang tak menyangka bahwa batang pisang yang selama ini tersedia banyak di Indonesia banyak dibuang begitu saja. Namun, di Amerika batang pisang justru dijual dengan harga yang tinggi. Itu karena batang pisang memiliki banyak manfaat, mulai sebagai obat ramuan hingga makanan yang lezat. Gedebog atau batang pohon pisang memiliki banyak manfaat. Selain bisa menjadi berbagai macam media tanam, juga bisa bernilai tinggi. Di dalam negeri sendiri, banyak produk olahan dari gedebog pisan seperti keripik, dan produk makanan ringan lainnya

Memiliki Banyak Vitamin

Di dalam batang pisang terdapat kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, tanin, gula, saponin, zat tepung, kalium, dan masih banyak lagi. Karena itu mengonsumsi gedebog atau batang pisang dapat mendetoksifikasi dan memperlancar pencernaan.Bahan alami yang ada dalam batang pisang dapat membersihkan sistem pencernaan secara efektif. Sehingga melindungi tubuh dari berbagai penyakit yang membahayakan.

Daftar Sumber Daya Alam Yang Di Ekspor

Posted on

Minyak Kelapa Sawit

Dengan 54% pangsa pasar dan USD 26,4 miliar ekspor tahunan, Indonesia tentunya adalah penghasil dan eksportir minyak sawit terbesar di dunia. Walaupun tanaman sawit bukan asli dari Indonesia, melainkan Afrika, tapi Indonesia sukses membudidayakan kelapa sawit sehingga mampu menjadi pengekspor minyak sawit terbesar di dunia.

Daftar Sumber Daya Alam Yang Di Ekspor

Kopi dengan penjualan terbaik di Starbuck ternyata kopi asal Sumatera

Minuman dari kopi saat ini tidak hanya sebagai alexis jakarta sekadar minuman saja. Kopi sudah menjadi minuman favorit warga indonesia di setiap paginya. Perihal kopi ini, ternyata Indonesia adalah pengekspor besar di dunia. Bahkan, salah satu brand cafe minuman kopi besar di dunia menjual jenis kopi asal Sumatera.

Penghasil kakao terbesar dari Indonesia ada di daerah Sulawesi

kakao juga menjadi salah satu komoditi andalan Indonesia. Indonesia mampu menghasilkan kakao dengan kualitas yang sangat baik. Tak heran indonesia menjadi nomor 1 penghasil kakao. Daerah penghasil kakao terbesar berasal dari Sulawesi Tengah. Sementara di posisi kedua ditempati oleh Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara berada di posisi ketiga. Sisanya ada di Bali, Aceh, NTT, NTB, Sumatera Barat, dan beberapa daerah lainnya.

Pengekspor vanili terbesar kedua di dunia

Indonesia mampu mengekspor sebanyak 2.304 ton. Walaupun Indonesia mampu menghasilkan vanili dengan kualitas terbaik dan menjadi pengekspor besar di dunia, ternyata banyak warga negara Indonesia sendiri yang belum mengetahui bentuk asli vanili itu sendiri seperti apa. Kebanyakan warga Indonesia membeli ekstraksi dari vanili sebagai bahan campuran pada kue.

Ekspor karet Indonesia meningkat tajam

Jalur ekspor karet dari Indonesia meningkat cukup tajam beberapa tahun belakang ini.Indonesia menduduki posisi kedua sebagai penghasil karet terbesar di dunia. Untuk bisa menjadi pengekspor besar di dunia hal itu tentu merupakan hasil dari kerja keras dan kesabaran para petani untuk menjaga kualitas karet. Agar manfaat ekonomi dari getah karet bisa meningkat, tentu dibutuhkan upaya peningkatan nilai tambah dari getah karet itu sendiri.

Featured

Hasil Bumi Indonesia Yang Di Ekspor Ke Luar Negeri!

Posted on

Hasil Bumi Indonesia  –  Indonesia sebagai negara dengan tingkat biodiversitas paling tinggi ke-2  di dunia sesudah Brasil. Bukti itu memperlihatkan tingginya keberagaman sumber daya alam pertiwi yang dipunyai Indonesia.

Kekayaan alam Indonesia ini jadi tulang punggung perubahan ekonomi yang terus-menerus (green economy). Bahkan juga, banyak produk buatan hasil bumi Indonesia yang telah tembus pasar global.

Hasil Bumi Indonesia

Indonesia menjadi penguasa ekspor minyak sawit

Indonesia jadi penguasa export minyak sawit. Dalam soal memproduksi minyak sawit, Indonesia jadi pengekspor besar di dunia.

Meskipun tanaman sawit bukan asli dari Indonesia, tetapi Afrika, tetapi Indonesia sukses membudidayakan kelapa sawit hingga sanggup jadi pengekspor minyak sawit paling besar di dunia.

Namun, beberapa lalu Uni Eropa mengatakan menampik untuk mengimpor kembali minyak sawit Indonesia dengan argumen lingkungan.

Memang di Indonesia umum terjadi kebakaran rimba karena pembukaan tempat di tempat gambut dengan membakar. Banyak hewan yang mati dan beberapa spesies hewan dan tumbuhan hampir musnah.

Kopi

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, sampai sekarang ini kopi menjadi salah satunya komoditas terlaku di pasar dunia. Bahkan juga di kritis perang dagang Amerika dengan China sekarang ini, kesempatan export komoditas ini semakin lebar terbuka.

“Saat ini kami dengar India kembali suka minum kopi. Selanjutnya jam kunjungan ke Kolombia, di situ dikisahkan kopi Indonesia lebih dari Daftar Situs Judi Slot Online Terpercaya. Itu bisa saja kesempatan buat kita masuk ke pasar sana, bahkan juga perang dagang ini malah memberikan keuntungan,” kata Amran.

Bersamaan dengan keproduktifan yang naik, pemerintahan tengah mencanangkan hilirisasi perkebunan. Yang akan datang, Indonesia bukan hanya jual barang mentah, tetapi barang selesai.

Hilirisasi, selainnya tingkatkan harga jual produk, bisa juga mempernyerap tenaga kerja dan menyejahterakan petani lewat korporasi petani hingga nanti mereka dapat punyai saham di industri.

Pemroduksi kakao paling besar dari Indonesia berada di wilayah Sulawesi
Bukan hanya kopi, kakao menjadi satu diantara komoditi unggulan Indonesia. Indonesia sanggup hasilkan kakao dengan kualitas yang baik sekali.

Tidaklah aneh jika dalam hal export kakao Indonesia ada di rangking ke-3  sebagai pengekspor besar di dunia.

Wilayah pemroduksi kakao paling besar datang dari Sulawesi tengah. Sementara di urutan ke-2 dihuni oleh Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara ada di urutan ke-3. Bekasnya berada di Bali, Aceh, NTT, NTB, Sumatera Barat, dan banyak daerah yang lain.

Bumbu Masakan Dari Hasil Bumi Indonesia

Industri bumbu makanan Indonesia terus memperlihatkan trend positif. Ini bersamaan dengan tumbuhnya industri makanan dalam negeri.

“Kesempatan untuk di kelompok ini sangat besar, apa lagi kami menyaksikan Judi Slot Online tanggapan warga positif pada produk ini. Sama seperti yang kita kenali bersama sekarang ini customer benar-benar menghargakan kepraktisan dalam segalanya, nach produk ini tawarkan kepraktisan dalam mengolah namun tetap memberi hasil yang masih tetap stabil,” ungkapkan General Manager Pemasaran PT Sasa Pokok, Albert Dinata di Jakarta, Rabu (18/9).

Bahkan juga di tahun ini, lanjut ia, industri bumbu makanan terutamanya Sasa diprediksikan dapat tumbuh sampai 30 %. “Tahun 2019 ini kami di antara 25 persen-30 % growth dan perolehan tahun ini masih on trek,” katanya.

Disamping itu di pasar dalam negeri, kata Albert, bumbu makanan produksi Sasa sudah di-export ke beberapa negara. Performa export ini dipercaya terus tumbuh di beberapa tahun kedepan.

“Sasa telah membagikan produk-produknya ke sejumlah negara, dan kontributor paling besar ialah negara Africa, Saudi Arabia dan Asia. Kami menarget ganda digit growth,” papar ia.

Jamu

PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI), produsen produk Herbal Tetes SoMan pasarkan produknya sampai tembus pasar China, Hongkong, dan 10 negara yang lain.

Presiden Direktur PT Harvest Gorontalo Indonesia, Riyanto yang dilihat Kepala Tubuh POM RI, Penny K. Lukito dan korps-nya, Ketua GP Jamu, dan delegasi Indonesia yang lain, tanda-tangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan 2 perusahaan internasional di Lanzhou, Gansu, China.

Dua perusahaan itu ialah Hangzhou Ingent Impor and Ekspor Trade Co. Ltd untuk pasarkan Herbal Tetes SoMan di China dan Vittoria Health Science and Technology Co. Ltd untuk pasarkan Herbal Tetes SoMan di Hongkong.

Lewat persetujuan Suplai and Distribution Agreement dengan 2 perusahaan itu, PT Harvest Gorontalo Indonesia akan mengekspor Herbal Tetes SoMan ke pasar China dengan nilai kontrak USD 12 juta (sekitaran Rp170 miliar, kurs USD = Rp14.200).

Export karet Indonesia bertambah tajam

Lajur export karet dari Indonesia bertambah cukup tajam sekian tahun belakang ini. Indonesia menempati urutan ke-2 sebagai pemroduksi karet paling besar di dunia.

Untuk menjadi pengekspor besar di dunia hal tersebut pasti sebagai dari hasil usaha keras dan kesabaran beberapa petani untuk jaga kualitas karet.

Supaya faedah ekonomi dari getah karet dapat bertambah, pasti diperlukan usaha kenaikan nilai lebih dari getah karet tersebut.